Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOLOGI. Tampilkan semua postingan
  • Senin, 23 Agustus 2010
  • hana tarizkha coganuli
  • Label:
  • Gerakan-Gerakan Pada Sendi

    Berikut ini jenis gerakan pada sendi

    1. Bergeser

    Berupa pergeseran antara tulang, contohnya gerakan pada sendi-sendi di antara tulang-tulang carpalia dan tarsalia, terjadi pada sendi geser.

    2. Extensi

    Berupa gerakan pelurusan sendi. Extensi bisa terjadi pada sendi engsel, contohnya extensi sendi lutut

    3. Flexi

    Berupa gerakan pembengkokan sendi. Flexi terjadi pada sendi engsel, contohnya flexi sendi jari-jari. Sedangkan flexi-extensi pada pergelangan tangan merupakan gerakan sendi ellipsoidal

    4. Abduksi

    Berupa gerakan yang menjauhi sumbu tubuh. Terjadi pada sendi peluru, contohnya mengangkat lengan ke samping, atau gerakan ibu jari menjauhi telunjuk oleh sendi pelana di antara metacarpal 1 dan os. Carpal (trapezium)

    5. Adduksi

    Berupa gerakan yang mendekati sumbu tubuh, gerakan ini berlawanan dengan gerakan abduksi

    6. Rotasi

    Berupa gerakan berputar, terjadi pada sendi putar. Misalnya atlas (cervix 1) berputar terhadap processus odontoideus dari axis (cervix 2) sewaktu menggelengkan kepala.

    7. Circumduksi

    Berupa gerakan dimana ujung distal satu tulang membentuk 1 lingkaran, sedangkan ujung proksimalnya tetap. Contohnya gerakan memutar lengan 1 lingkaran mengitari sendi bahu, terjadi pada sendi peluru dengan arah gerakan 3 poros

    8. Pronasi

    Gerakan memutar lengan bawah untuk membalikkan telapak tangan, sehingga telapak tangan menghadap ke bawah bila lengan bawah ditaru diatas meja

    9. Supinas

    Gerakan berlawanan dengan pronasi

    10. Protaksi

    Gerakan mendorong mendibula ke luar

    11. Retraksi

    Gerakan menarik mandibula ke dalam

  • hana tarizkha coganuli
  • Label:
  • Kelainan-Kelainan Pada Tulang

    Kelainan dan gangguan pada tulang dapat mengganggu proses gerakan yang normal. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat terjadi karena:

    A.Kekurangan vitamin D
    Vitamin D atau kalsiferol adalah vitamin yang diperlukan untuk kalsifikasi (penulangan) pada tulang. Pada mamalia, vitamin D dapat disintesis oleh tubuh dari provitamin D dengan bantuan ultraviolet. Kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat menyebabkan rakhitis, biasanya dapat terlihat pada pertumbuhannya yang terganggu dari kaki berbentuk O atau X. sedangkan pada orang dewasa, kekurangan kapur akan menyebabkan penyakit osteomalasia.

    B.Penyakit
    Penyakit pada tulang manusia sangat beragam salah satu diantaranya adalah:
    1). Rheumatik
    Rheumatik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan rasa sakit dari alat gerak salah satunya adalah tulang. Dan arthritis merupakan salah satu jenis dari rheumatik yang berkenaan dengan sendi.
    2). Osteoporosis
    Osteopororsis adalah suatu penyakit dimana terjadi penurunan massa tulang (pengurangan jaringan tulang) terutama terjadi pada tulang spongiosa. Pada penyakit ini proses penghancuran tulang melebihi proses pembentukan tulang. Penyakit ini terjadi terutama pada wanita kulit putih usia lanjut setelah menopause.
    Berikut ini adalah gambar struktur tulang yang normal dan yang terkena osteoporosis.

    3). Osteomyelitis
    Osteomyelitis merupakan penyakit infeksi yang menyerang jaringan tulang (termasuk periosteum, sumsum tulang belakang dan tulang rawan). Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme (terutama Staphylococcus) yang mencapai tulang melalui patah tulang terbuka, melalui darah atau melalui gigi caries ke dalam sinus. Bakteri dan jamur juga sering menimbulkan osteomyelitis.
    Jadi, jika anda terluka segeralah tutup luka tersebut dengan penutup luka yang steril dan segera obati ke dokter.

    C.Kecelakaan
    Kecelakaan yang dapat menyebabkan gangguan pada tulang dapat berupa:
    1). Memar
    Gangguan ini hanya berupa sobeknya selaput sendi (ligamen). Namun bila sobeknya selaput sendi diikuti oleh lepasnya ujung tulang dari sendi disebut dislokasi (lepas sendi).
    2). Fraktura
    Fraktura atau patah tulang dibedakan menjadi patah tulang tertutup, patah tulang terbuka dan fisura.
    a). Patah tulang tertutup, bila tulang yang patah tidak merobek kulit.
    b). Patah tulang terbuka, bila tulang yang patah merobek kulit
    c). Fisura, bila tulang hanya retak

    Salah satu bentuk fraktura pada tulang lengan

    D.Kebiasaan sikap tubuh yang salah
    Kebiasaan posisi tubuh yang salah yang dilakukan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kelainan tulang, yaitu:
    1). Lordosis
    Kelainan pada tulang leher dan panggul terlalu membengkok ke depan sehingga lengkung lumbar pada tulang belakang (vertebrae) melekuk ke dalam.

    2). Kifosis
    Kelainan pada tulang punggung yang terlalu membengkok ke dalam. Bisa disebabkan karena proses penuaan, infeksi TBC tulang belakang (vertebrae) ataupun posisi duduk yang salah yang dilakukan selama bertahun-tahun.

    3). Skoliosis
    Kelainan pada tulang, jika ruas-ruas tulang belakang membengkok kearah samping membentuk huruf S.

  • hana tarizkha coganuli
  • Label:
  • Sistem Rangka

    Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Rangka manusia terdiri dari 206 tulang. Sistem rangka ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh seperti yang kita lihat pada gambar di bawah ini.

    Secara garis besar rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang tersebut dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh).

    a. Rangka Aksial
    Rangka aksial yang kita sebut juga dengan rangka sumbu tubuh terdiri dari tulang-tulang yang membentuk sumbu tubuh, diantaranya adalah:
    1). Tulang tengkorak
    2). Tulang hioid
    3). Tulang belakang (vertebrae)
    4). Tulang dada (sternum)
    5). Tulang rusuk (costa)
    Gambar/animasi bagian-bagian rangka aksial

    1). Tulang tengkorak
    Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, organ pendengaran dan organ penglihatan. Hubungan antartulang yang terdapat pada tempurung kepala termasuk jenis suture, yaitu tidak ada gerak. Bayangkan jika tempurung kepala kita termasuk diartrosis, apa yang akan terjadi pada otak kita?!
    Tulang tengkorak terdiri dari dari tulang tempurung dan tulang muka. Untuk mengetahui tulang-tulang penyusun tengkorak perhatikan tabel di bawah ini!

    Bagian tulang tengkorak

    Nama tulang penyusun

    Jumlah

    Tulang tempurung (kranium)

    Tulang dahi (Frontalis)

    Tulang ubun-ubun (Parietalis)

    Tulang pelipis (Temporalis)

    Tulang kepala belakang (Osipitalis)

    Tulang baji (Stenoid)

    Tapis (Ethmoid)

    1

    2

    2

    1

    1

    1

    Tulang wajah

    Tulang rahang atas (Maksilaris)

    Tulang hidung (Nasalis)

    Tulang pipi (Zigomatikus)

    Tulang air mata (Lakrimalis)

    Tulang langit-langit (Palatinus)

    Tulang konka nasalis inferior

    Tulang rahang bawah (Mandibula)

    Tulang vomer

    2

    2

    2

    2

    2

    2

    1

    1

    Berdasarkan tabel di atas, tulang wajah terdiri dari beberapa bagian. Nah, ketika kita mengunyah makanan, tulang bagian wajah mana yang bergerak?

    2) Tulang hioid
    Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Terletak di antara laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otat mulut dan lidah. Jumlah tulang hioid hanya 1 pada setiap manusia.
    Gambar/animasi tulang hioid

    3) Tulang belakang (vertebrae)
    Tulang belakang atau yang disebut dengan vertebrae (baca: vertebre) ber fungsi menyangga berat tubuh. Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan berbagai macam posisi dan gerakan, misalnya berdiri, duduk atau berlari.
    Tulang belakang terdiri dari beberapa bagian. Mari kita simak tabel penyusun tulang belakang di bawah ini!

    Bagian tulang

    Nama tulang penyusun

    Jumlah

    Tulang belakang

    Tulang leher (Serviks)

    Tulang punggung (Thorax)

    Tulang pinggang (Lumbar)

    Tulang selangkang (Sacrum)

    Tulang ekor (Koksigea)

    7

    12

    5

    Pada bayi ada 5, ketika dewasa berfusi menjadi 1

    Pada bayi ada 4, ketika dewasa berfusi menjadi 1

    Perhatikan gambar/animasi tulang belakang (vertebrae) di bawah ini!
    Dilihat dari samping tulang belakang membentuk lekukan yaitu lekukan serviks, lekukan thorax, lekukan lumbar, dan lekukan sacral

    Mengapa kepala kita dapat mengangguk dan menggeleng?
    Tulang leher ke-1 bersendi dengan tulang kepala belakang (osipitalis) sehingga memungkinkan kepala kita dapat mengangguk.
    Tulang leher ke-2 mempunyai tonjolan yang bersendi dengan tulang leher ke-1 memungkinkan kepala kita dapat menggeleng.

    4) Tulang dada (sternum) dan Tulang rusuk (costa)
    Tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa) bersama-sama membentuk perisai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dada, yaitu paru-paru dan jantung. Tulang rusuk (costa) juga berhubungan dengan tulang belakang (vertebrae). Perhatikan penyusun tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa) berikut ini!

    Bagian tulang

    Nama tulang penyusun

    Jumlah

    Tulang dada (Sternum)

    Manubrium

    Gladiolus

    Xifoid

    1

    1

    1

    (namun setelah dewasa ketiga tulang ini berfusi menjadi 1)

    Tulang rusuk (Costa)

    Tulang rusuk sejati

    Tulang rusuk palsu

    Tulang rusuk melayang

    7

    3

    2

    Gambar/animasi tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa)

    Pada tulang rusuk (costa) terdapat tulang rusuk melayang. Mengapa dinamakan tulang rusuk tersebut dinamakan tulang rusuk melayang dan berapa jumlahnya? (Untuk jawaban lihat posisi tulang rusuk melayang tersebut pada gambar di atas!)

    b.Rangka Apendikuler
    Rangka apendikuler merupakan rangka yang menyusun alat gerak. Rangka apendikuler terdiri atas bahu, tulang-tulang tangan, telapak tangan, panggul, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak, tangan dan kaki. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan tabel penyusun rangka apendikuler berikut ini!

    Tulang-Tulang Rangka Apendikuler

    Tulang

    Nama tulang penyusun

    Jumlah

    Bagian atas

    Tulang selangka (Klavikula)

    Tulang belikat (Skapula)

    Tulang pangkal lengan (Humerus)

    Tulang hasta (Ulna)

    Tulang pengumpil (Radius)

    Tulang pergelangan tangan (Karpal):

    Skafoid

    Lunate

    Triquetrum

    Pisiform

    Trapesium

    Trapesoid

    Kapitatum

    Hamate

    Tulang telapak tangan (Metakarpal)

    Jari tangan (Falanges)

    2

    2

    2

    2

    2

    16 (8 pada tiap tangan)

    2

    2

    2

    2

    2

    2

    2

    2

    10

    28

    Bagian bawah

    Tulang koksa atau inomiat

    Ileum

    Ischium

    Pubis

    Tulang paha (Femur)

    Tulang lutut (Patella)

    Tulang betis (Fibula)

    Tulang kering (Tibia)

    Tulang pergelangan kaki (Tarsal):

    Kalkaneus

    Talus

    Kuboid

    Navikular

    Kuneformis

    Tulang telapak kaki (Metatarsal)

    Jari kaki (Falanges)

    2 (masing-masing merupakan gabungan dari 3 tulang di kiri dan kanan)

    1

    1

    1

    2

    2

    2

    2

    14 (7 pada tiap kaki)

    2

    2

    2

    2

    6

    10

    28

    Setelah melihat tabel tulang-tulang penyusun rangka apendikuler sekarang kita simak penjelasan di bawah ini!

    1). Tulang selangka (Klavikula)
    Tulang selangka (Klavikula) merupakan tulang leher membentuk bagian depan bahu. Perhatikan gambar tulang penyusun anggota gerak atas.
    Gambar/animasi tulang penyusun anggota gerak atas
    Coba raba tulang selangka (Klavikula)mu! Kiri dan kanan ada berapa jumlahnya?

    2). Tulang belikat (Skapula)
    Tulang belikat (skapula) terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk bahu. Perhatikan gambar tulang belikat (skapula) di bawah ini.
    Gambar/animasi tulang belikat (skapula)
    Coba raba tulang belikat (skapula) bagian kiri dengan tangan kirimu atau tulang belikat (skapula) bagian kanan dengan tangan kananmu!

    3). Tulang panggul (Koksa)
    Setiap makhluk vertebrata memiliki jumlah tulang panggul (Koksa) 2. 1 bagian terdapat pada bagian kiri dan 1 bagiannya lagi pada bagian kanan. Tulang panggul membentuk tulang gelang panggul yang berfungsi untuk menahan berat tubuh. Sewaktu lahir setiap tulang panggul (Koksa) sebetulnya terdiri dari 3 tulang yaitu ileum, ischium, dan pubis. Namun, setelah dewasa ketiga tulang ini bersatu menjadi tulang panggul (koksa).
    Gambar/animasi tulang panggul

    4). Tulang pangkal lengan (Humerus), hasta (Ulna), Pengumpil (Radius)
    Tulang pangkal lengan (Humerus) bersama dengan tulang pengumpil (Radius) dan tulang hasta (Ulna) menyusun lengan atas dan lengan bawah.
    Gambar/animasi tulang lengan

    5). Tangan dan kaki
    Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan dan jari-jari. Jari tangan terdiri dari tiga ruas kecuali ibu jari yang hanya mempunyai dua ruas. Perhatikan gambar tulang penyusun alat gerak bawah
    Gambar/animasi tulang penyusun alat gerak bawah
    Gambar/animasi ruas jari
    Telapak kaki manusia melengkung dan tidak kaku sehingga berfungsi sebagai pegas ketika berjalan.




  • Jumat, 23 Juli 2010
  • hana tarizkha coganuli
  • Label:
  • bakteri

    bakteri

    Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain .
    Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim.
    Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).

    Ciri-ciri Bakteri
    Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :
    1. Organisme multiselluler
    2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
    3. Umumnya tidak memiliki klorofil
    4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
    5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
    6. Hidup bebas atau parasit
    7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
    8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan

    Struktur Bakteri

    Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu:
    1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri)
    Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
    2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)
    Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.

    Struktur dasar sel bakteri

    struktur-bakteri1

    struktur-bakteri1

    Struktur dasar bakteri :
    1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).

    2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein.

    3. Sitoplasma adalah cairan sel.

    4. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA.

    5. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan.

    granula

    granula

    Struktur tambahan bakteri :

    1. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila
    lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air.

    2. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.

    3. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.

    4. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.

    5. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.

    6. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.

    Bentuk Bakteri

    Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil.

    Berbagai macam bentuk bakteri :

    1. Bakteri Kokus :

    kokus

    kokus

    a. Monokokus
    yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal
    b. Diplokokus
    yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
    c. Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.
    d. Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus
    e. Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai.
    f. Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur

    2. Bakteri Basil :

    basil

    basil

    a. Monobasil
    yaitu berupa sel bakteri basil tunggal

    b. Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri
    basil berdempetan

    c. Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai

    3. Bakteri Spirilia :

    spirilia

    spirilia

    a. Spiral yaitu bentuk sel bergelombang

    b. Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup

    c. Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma

    Alat Gerak Bakteri

    Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya.
    Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang berbeda-beda pula yaitu

    1. Monotrik : bila hanya berjumlah satu
    2. Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
    3. Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
    4. Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri

    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri

    Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan peningkatan ukuran populasi.
    Faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum adalah :

    1. Suhu
    2. Derajat keasaman atau pH
    3. Konsentrasi garam
    4. Sumber nutrisi
    5. Zat-zat sisa metabolisme
    6. Zat kimia

    Hal tersebut diatas bervariasi menurut spesies bakterinya.

    Cara Perkembangbiakan bakteri:
    Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua.

    Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya.
    Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA.

    Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:

    1. Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen saja dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.

    transformasi

    transformasi

    2. Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus bakteri).

    transduksi

    transduksi

    3. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua sel bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif.

    konjugasi

    konjugasi

    Peranan Bakteri

    Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan.
    Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
    1. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia colie).
    2. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya Acetobacter pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco dan Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.
    3. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.
    4. Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.
    5. Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif,Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai bakteri.
    6. Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium acetobutylicum
    7. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium
    8. Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.

    Bakteri yang merugikan sebagai berikut :

    1. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
    2. Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis ( penyebab penyakit TBC ), Vibrio cholerae ( penyebab kolera atau muntaber ), Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus ) dan Mycobacterium leprae (penyebab penyakit lepra )
    3. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab penyakit antraks pada sapi )
    4. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada tumbuhan)

  • hana tarizkha coganuli
  • Label:
  • 12 Gambar Ajaib dari Mikroskop Elektron

    Pensiunan fotografer ilmiah, Steve Gschmeissner, 61 tahun, mengambil foto-foto ini menggunakan scanning elektron mikroskop. Mikroskop ini dapat memperbesar serangga hingga satu juta kali. Hasilnya menunjukkan gambar-gambar serangga yang menakjubkan dalam 3D.

    Spoiler for 1:




    Spoiler for 2:




    Spoiler for 3:




    Spoiler for 4:




    Spoiler for 5:




    Spoiler for 6:




    Spoiler for 7:




    Spoiler for 8:




    Spoiler for 9:




    Spoiler for 10:




    Spoiler for 11:




    Spoiler for 12:

    Diberdayakan oleh Blogger.

    My Playlist

    Lirik Lagu Indonesia Terbaru
    (c) Copyright 2010 See More... Blogger template by Bloggermint